PESAN SYUKUR HUT ke-67 GPIB

Seluruh warga GPIB yang kami kasihi, dimana saja berada.

Syukur dan puji, tunduk dan sembah kepada Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja yang telah memimpin perjalanan GPIB sampai pada usia ke 67, sejak kemandiriannya sebagai sebuah lembaga gerejawi pada 31 Oktober 1948. Tanggal 31 Oktober dikenal juga sebagai hari reformasi yang mengingatkan pada semboyan para reformator : Sola Scriptura, Sola Gracia, Sola Fide. Semboyan tersebut kiranya terus mendorong kita untuk meneruskan panggilan dan pengutusan kita dalam menyikapi dan berinteraksi peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.

Hari hari dalam peristiwa-peristiwa nasional kita masih sekitar cerita cerita lama yang berulang kembali dari tahun ke tahun, di darat, laut dan udara, seperti : penegakan hukum yang dirasakan lemah, penangkapan kapal-kapal asing yang melanggar Undang-undang dan bencana asap yang mengganggu kesehatan, penerbangan bahkan memakan korban. Kita semua beserta para penegak hokum agar tidak henti-hentinya menyuarakan kebenaran dan keadilan bagi semua. GPIB sejak kemandiriannya dari Gereja Protestan di Indonesia (GPI) telah mencapai usia ke 67, suatu usia yang panjang dengan akumulasi tradisi, pengalaman yang kaya. Sesuai dengan misi dalam KUPPG (Kebijakan Panggilan dan pengutusan Gereja) GPIB, kita masih berada dalam perwujudan nilai-nilai untuk “membangun tatanan kehidupan masyarakat yang rukun dan adil” dengan perhatian pada lingkungan hidup.

Dalam waktu dekat ini, GPIB akan mengalami alih kepemimpinan pada lingkup sinodal. Hal ini terjadi 5 tahun sekali, yang kali ini jemaat-jemaat di Kalimantan Timur akan menjadi tuan dan nyonya rumah, khususnya kota Balikpapan. Kota ini mulai dikenal dengan predikat “The Loveable City” yang akan menjalankan misinya : “Clean land, Clean Water Clean air”. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi jemaat-jemaat GPIB yang tersebar di kota dan di desa Nusantara ini untuk dapat memberikan kontribusinya di tempat kediaman masing-masing. Sejalan dengan misi kota tersebut kita harapkan juga alih kepemimpinan yang akan ditetapkan melalui Persidangan Sinode XX GPIB di Balikpapan dapat terjadi  dalam dalam hikmat Tuhan dan tuntunan Roh Kudus yang memberikan kebersihan dan kejernihan hati, memutuskan dan menetapkan pokok-pokok pikiran bagi program kerja 2016-2021, sehingga melalui GPIB, sebagai perwujudan Gereja Kudus dan Am, nama Tuhan dipermuliakan dan UmatNya memperoleh berkat-Nya untuk berkontribusi secara positip dalam berbagai hal di tengah masyarakat dan kehidupan sehari-hari.

  1. Mari kita doakan agar Persidangan Sinode XX GPIB di Balikpapan yang berlangsung sejak tanggal 26 s.d 31 Oktober dapat berjalan dengan tertib dan lancar serta menghasilkan ketetapan-ketetapan yang membawa pertumbuhan bagi GPIB baik dilingkup sinodal, di lingkup Jemaat, maupun di Pos-pos Pelkes.
  2. GPIB dan Jemaat-jemaatnya mempunyai tradisi-tradisi yang baik dalam menata kelola kerja dan pelayanan dalam lembaga gerejawi, dengan hikmat Tuhan dan tuntunan Roh Kudus ; saling menghormati, memberi kontribusi dengan rendah hati dan dengan hati yang jernih, sesuai karunia yang diterima dari Tuhan.
  3. Peranan warga jemaat dalam kategori masing-masing usia sudah sangat jelas, yaitu : meningkatkan perannya dalam keluarga masing-masing. Dari kehidupan keluarga yang kuat dan sehat kita membangun persekutuan umat Tuhan yang memuliakan Tuhan dan berkontribusi dalam masyarakat dengan segala potensi dan kompetensi yang Tuhan berikan.
  4. Dengan semakin luasnya penggunaan alat-alat komunikasi modern melalui berbagai media, mari kita mendorong warga jemaat sesuai kategori usianya, agar dapat memanfaatkan secara positip dan kreatip penggunanaan teknologi informasi. Penggunaan alat-alat IT digunakan sewajarnya dan semampunya untuk membekali diri, membangun jaringan kelompok secara sehat, mengembangkan kelompok-kelompok minat dalam berbagai bidang dalam rangka pelaksanaan panggilan dan pengutusan kita selaku umat Tuhan.

Selamat dan syukur merayakan HUT ke-67 GPIB.

Soli Deo Gloria

 

MAJELIS SINODE GPIB XIX

Pdt. Markus Frits Manuhutu

Pdt. Marthinus Tetelepta

Pdt. Poltak Halomoan Sitorus

Pdt. Rudy Imanuel Ririhena

Pnt. Richard van der Muur

Pdt. Adriaan Pitoy

Pdt. Jacoba Marlene Joseph

Pnt. Johan Tumanduk

Pnt. Adrie Petrus Hendrik Nelwan

Pnt. Ronny Hendrik Wayong